Dalam pertemuan tersebut, Dahyar Nasution meminta penjelasan secara langsung kepada pihak pengelola pondok mengenai kronologi, perkembangan, serta langkah-langkah yang telah dilakukan menyusul mencuatnya pemberitaan yang viral di media sosial maupun media daring.
Rombongan Kanwil Kemenag Sumut disambut oleh Kepala MTs. Nur Zam-Zam, Harun Parmonangan Nasution dan staf pegawai Mts Nur Zam-Zam. Kepada rombongan, Harun Parmonangan Nasution menyampaikan bahwa selama ini aktivitas pendidikan di Ponpes Nur Zam-Zam berjalan dengan baik dan tidak pernah menghadapi persoalan serius yang berkaitan dengan tenaga pendidik maupun para santri.
Meski demikian, Harun Pamonangan mengakui bahwa isu yang berkembang di tengah masyarakat perlu disikapi secara bijaksana. Ia menegaskan bahwa seluruh pihak sebaiknya menghormati proses hukum yang sedang berlangsung dan menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.
"Kami mengajak semua pihak untuk tidak berspekulasi. Biarlah proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku karena hal tersebut merupakan kewenangan aparat penegak hukum," ujarnya.
Sebagai bentuk komitmen menjaga integritas lembaga, pihak pengelola Mts Nur Zam-Zam telah mengambil langkah administratif dengan memberhentikan secara tidak hormat pihak-pihak yang berstatus terduga dalam perkara tersebut. Kebijakan itu diambil agar mereka dapat lebih fokus mengikuti proses hukum yang sedang ditangani oleh kepolisian.
Harun juga mengimbau masyarakat agar tidak memperluas informasi yang belum terbukti kebenarannya. Menurutnya, hingga saat ini seluruh fakta dan alat bukti masih dalam proses pemeriksaan oleh penyidik sehingga semua pihak perlu mengedepankan asas praduga tak bersalah.
"Kami menghormati seluruh proses hukum yang sedang berjalan. Biarlah nantinya fakta-fakta terungkap melalui mekanisme hukum yang berlaku sehingga keputusan yang diambil benar-benar berdasarkan keadilan," katanya.
Lebih lanjut, Kepala Mts Nur Zam-Zam menegaskan bahwa peristiwa tersebut menjadi bahan evaluasi bagi manajemen pondok pesantren. Pihaknya berkomitmen memperkuat sistem pengawasan, pembinaan, serta tata kelola kelembagaan agar kegiatan pendidikan berlangsung semakin baik dan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kanwil Kementerian Agama Sumatera Utara atas kepedulian, perhatian, dan pendampingan yang diberikan kepada Pondok Pesantren Nur Zam-Zam.
Selain itu, ucapan terima kasih turut disampaikan kepada masyarakat yang selama ini memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan pendidikan di Ponpes Nur Zam-Zam, serta kepada insan pers yang dinilai terus mengedepankan pemberitaan yang berimbang, akurat, dan profesional.
"Pengawasan, masukan, dan pemberitaan yang objektif menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan pendidikan di pondok pesantren. Mudah-mudahan dari seluruh peristiwa ini kita dapat mengambil hikmah serta menjadi lebih bijaksana dalam menyikapi setiap persoalan," tutup Harun Pamonangan Nasution Kepala Mts Nur Zam-Zam
(Team)















Social Plugin