Medan, 13 Juni 2026 – Aksi demonstrasi yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) di kawasan Bundaran HI, Jakarta, pada Jumat (12/06/2026) kemarin mendapat tanggapan dari Pengurus Wilayah Pemuda Muslimin Indonesia Sumatera Utara. Menurut organisasi tersebut, unjuk rasa itu mencerminkan kekhawatiran luas masyarakat terhadap kondisi ekonomi yang semakin tertekan.
Muhammad Khaidir ST, selaku Sekretaris Wilayah PW Pemuda Muslimin Indonesia Sumut, menyatakan bahwa kenaikan nilai tukar dolar AS dan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak jenis Pertamax menjadi dua isu utama yang sangat dirasakan langsung oleh daya beli rakyat.
“Kami memandang aksi yang dilakukan BEM UI itu adalah cerminan dari kekhawatiran bersama. Ketika dolar terus menguat dan harga BBM naik, biaya kebutuhan pokok serta biaya operasional usaha otomatis ikut melonjak. Ini menjadi beban berat bagi masyarakat menengah ke bawah,” ujar Khaidir.
Ia menekankan agar pemerintah memberikan perhatian serius dan fokus mencari solusi nyata atas permasalahan tersebut. Selain itu, Khaidir juga menyampaikan pandangannya terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang digulirkan.
“Program MBG sebenarnya memiliki tujuan baik untuk kesejahteraan anak-anak dan generasi mendatang. Namun pemerintah tidak boleh memaksakan alokasi anggaran jika hal itu justru membuka celah penyimpangan atau korupsi. Anggaran negara harus digunakan secara tepat sasaran, transparan, dan diawasi dengan ketat agar tidak menjadi beban baru bagi keuangan negara,” tegasnya.
PW Pemuda Muslimin Indonesia Sumut berharap pemerintah dapat mengambil kebijakan yang adil, berkelanjutan, dan benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat demi menstabilkan kondisi ekonomi nasional.(Team)









Social Plugin